Olahraga Smt 2 - Sehat dengan Menjaga Pergaulan
Generasi muda memiliki posisi
dan peran yang strategis dalam
proses pembangunan dan regenerasi
suatu bangsa. Generasi mudalah
yang akan menyambut tongkat
estafet kepemimpinan. Keberhasilan
suatu bangsa tercermin dalam
keberhasilannya melahirkan gene-
rasi yang berkualitas sehingga
mampu mengangkat harkat dan
martabat bangsanya.
Hal di atas berangkat dari realitas
dan filosofi bahwa masa muda
adalah lambang kekuatan,
kekuasaan, vitalitas energi, dan
secara umum merupakan masa
ketika potensi dan kemampuan fisik,
mental, intelektual, dan moral
seseorang dalam tingkat perkem-
bangan dan daya guna yang optimal.
Selain itu, generasi muda juga
mempunyai potensi yang dapat dimanfaatkan untuk
berbagai keperluan dan kepentingan.
Di samping itu, masa muda adalah masa rawan yang
masih memerlukan arahan dan bimbingan. Menginjak
usia remaja, biasanya seseorang masih labil, mudah
terpengaruh orang lain. Lingkungan dan pergaulan
sangat memengaruhi jiwa seorang remaja. Lingkungan
yang baik dan mendukung serta pergaulan yang sehat
akan mendidik remaja menjadi seorang yang
mempunyai dedikasi yang tinggi dan kemauan kuat
untuk menahan hawa nafsunya dan mengarahkan
potensinya ke hal-hal yang positif.
Bab 14 Hidup Sehat dengan Menjaga Pergaulan 203
B. Menganalisis Dampak Pergaulan Bebas
Salah satu permasalahan penting yang dihadapi
generasi muda adalah pergaulan bebas yang mengarah
kepada perilaku hubungan seks secara bebas. Perilaku
seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh
hasrat seksual, baik dengan lawan jenis maupun sesama
jenis. Bentuk-bentuk tingkah laku ini dapat beraneka
ragam, mulai dari perasaan tertarik hingga tingkah laku
berkencan, bercumbu, dan senggama. Perilaku seksual
yang dilakukan sebelum waktunya dapat mengakibatkan
dampak psikologis yang sangat serius, seperti rasa
bersalah, depresi, marah, dan agresif.
Sementara akibat psikososial yang timbul akibat
perilaku seksual antara lain adalah ketegangan mental
dan kebingungan akan peran sosial yang tiba-tiba
berubah, misalnya pada kasus remaja yang hamil di luar
nikah. Sebelumnya berstatus sebagai remaja, pelajar,
dan seorang anak. Setelah hamil di luar nikah akan
berubah status menjadi ayah dan ibu, pekerja yang
harus menghidupi keluarganya, dan sekaligus menjadi
orang tua. Belum lagi tekanan dari masyarakat yang
mencela dan menolak keadaan tersebut. Selain itu, risiko
lain adalah terganggunya kesehatan yang bersangkutan,
resiko kelainan janin, dan tingkat kematian bayi yang
tinggi. Di samping itu, tingkat putus sekolah remaja
hamil juga sangat tinggi, hal ini disebabkan rasa malu
remaja dan penolakan sekolah menerima kenyataan
adanya murid yang hamil di luar nikah. Masalah
ekonomi juga akan membuat permasalahan ini menjadi
semakin rumit dan kompleks.
C. Cara Menghindari Hubungan Seks Bebas
Cara menghindari hubungan seks bebas terutama
di kalangan remaja antara lain sebagai berikut.
1. Beribadah mendekatkan diri kepada Tuhan dan
mengikuti kegiatan keagamaan di sekolah maupun
di luar sekolah.
2. Memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang
bermanfaat seperti berolahraga, mengikuti kegiatan
organisasi di lingkungan masyarakat atau sekolah.
204 Penjasorkes X
R A N G K U M A N
1. Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh
hasrat seksual, baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis.
Bentuk-bentuk tingkah laku ini dapat beraneka ragam, mulai dari
perasaan tertarik hingga tingkah laku berkencan, bercumbu, dan
senggama.
2. Cara menghindari hubungan seks bebas terutama di kalangan
remaja dengan cara berikut.
a. Beribadah mendekatkan diri kepada Tuhan dan mengikutikegiatan keagamaan di sekolah maupun di luar sekolah.
b. Memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang
bermanfaat seperti berolahraga, mengikuti kegiatan
organisasi di lingkungan masyarakat atau sekolah.
c. Mencari teman yang baik dan bergaul dengan lingkungan
(masyarakat) yang baik.
d. Menyibukkan diri dengan hal-hal yang berguna seperti
membantu pekerjaan orang tua di rumah, ikut kursus
keterampilan, dan lain-lain.

0 comments